Cara Mengatasi YM Virus

Tuesday, January 26, 2010 |

Virus ini sangat kuat, bila komputer anda terinveksi oleh vrus ini maka virus ini akan secara otomatis mengirimkan PM berupa URL nsl-school.org ke seluruh ID di add list anda. sehingga dengan sangat cepat virus ini akan menyebar kepada orang orang yang mengklik url yang anda kirimkan.

Apa yang terjadi di komputer anda bila terinveksi :
  1. virus ini akan mengubah defoult Internet Explorer homepage ke nsl-school.org, dan anda tidak bisa mengubah defoult homepage ke semula atau sesuai keinginan anda. dan bila anda membuka internet explorer maka secara otomatis virus ini akan terexsekusi dan menginveksi komputer anda.
  2. Virus ini akan mendiasble task Manager dan registry editor anda sehingga anda tidak bisa menghentikan aksi virus di komputer anda.
  3. Files utama yang terinveksi adalah svhots.exe, svhost32.exe dan internat.exe
  4. dan juga virus ini akan mengirimkan informasi tertentu ke penyerang, sehingga virus ini juga berjalan sebagai keylogger.
Cara mencegah :
Jangan pernah membuka atau mengklik URL yang dikirmkan secara otomatis oleh virus tersebut ke PM anda.
Bagaimana menghilangkannnya :
  1. Matikan internet explorer anda
  2. Sign out yahoo messenger
  3. enable kan registry editor ( regedit ) dengan cara klik start>>> run>> dan ketik : " REG add HKCU\Software\Mic*ft\Windows\CurrentVersion\Policies\System/vDisableRegistryTools /t REG_DWORD /d 0 /f "
  4. untuk meng-enable task manager klik start>>> run>> dan ketik : " REG add HKCU\Software\Mic*ft\Windows\CurrentVersion\Policies\System/vDisableTaskMgr/tREG_DWORD /d 0 /f "
  5. Untuk mengubah homepage internet explorer, Start>Run>ketik Regedit lalu enter >> cari direktory dibawah ini dan ubah homepage yang diberikan oleh virus dengan homepage yang anda inginkan misalnya yahoo.com atau google.com dll. >> HKEY_USERS\Default\Software\Mic*ft\Internet Explorer\Main
  6. Mematikan aksi virus. Press Ctrl + Alt + Del. >> dari task manager matikan proses svhost32.exe
  7. Delete svhost32.exe , svhost.exe files dari Windows/ & temp/ directories. atau lewat search dan hapus files tersebut yang anda temukan.
  8. Restart the computer. InsyaAllah komputer anda terbebas dari virus tersebut.

Tips mem-Format Flashdisk dengan File system NTFS

Monday, January 25, 2010 |

Sebagian kita mungkin jarang memperhatikan tipe file sistem yang digunakan Flashdisk kita, apakah itu NTFS, FAT32 atau FAT. Untuk mengetahui file sistem yang digunakan, klik kanan Flashdisk di Windows Explorer dan pilih Properties. Di sana terlihat tipe File System yang digunakan.
Tetapi ketika kita akan mencoba mem-format melalui windows Explorer, mungkin disana tidak ada menu NTFS, adanya hanya FAT32 dan FAT. Bagaimana cara mem-format NTFS dan apa bedanya dengan FAT32 dan juga FAT ?







Mengapa NTFS ?
NTFS merupakan format file system Windows terbaru setelah FAT32, dan mempunyai beberapa kelebihan seperti kemampuan menyimpan tambahan informasi mengenai file/folder (metadata), fitur keamanan, kompresi data, struktur yang lebih baik dan lainnya.
Selain itu, tipe NTFS bisa digunakan untuk mem-format ukuran yang lebih besar, Untuk FAT hanya 2 GB, FAT32 8 TB ( 8.000 GB), sedangkan NTFS bisa sampai 16 EB ( 16 juta TB ). Meskipun demikian, tetap saja NTFS ada kekurangannya, seperti tidak terbaca di Win9x dan proses baca tulis ke disk yang lebih sering.
Karena tiap file/folder menyimpan informasi yang lebih banyak (metadata), maka proses baca tulis tiap file/folder akan lebih sering daripada tipe FAT32 atau FAT, sehingga untuk flashdisk, mempengaruhi umur (daya tahan). Mengingat Memory Flashdisk mempunyai batasan baca tulis. ( artikel tentang menjaga flashdisk agar lebih awet bisa dibaca disini : Karakteristik dan Tips menjaga Flashdisk lebih awet )


Mengaktifkan format NTFS di Windows Explorer
Bisa saja kita mem-format USB Flashdisk dengan tipe NTFS dengan bantuan HP USB Format Tools. Tetapi sebenarnya Windows Explorer bisa melakukannya. Untuk mengaktifkannya bisa diikuti langkah berikut

  1. Buka System Properties dengan cara Klik kanan My Computer > Properties (atau dengan tombol Keyboard Win + Break )
  2. Buka tab Hardware kemudian klik tombol Device Manager
  3. Pilih Disk Drive dan pilih Flashdisk yang ingin di format dengan NTFS, klik kanan, pilihProperties.
  4. Setelah terbuka pilih Tab Policies
  5. Pilih Optimize for performance dan klik OK
  6. Setelah itu coba klik kanan Drive flashdisk di windows Explorer dan pilih menu Format, maka disana seharusnya sudah muncul File System NTFS.



Yang perlu diperhatikan adalah ketika opsi ini diaktifkan, setiap mencabut flashdisk harus selalu melalui Safety Remove Hardware. Jika pilihan adalah “Optimize for quick removal” maka sebenarnya flashdisk bisa langsung dilepas, tanpa Safety Remove hardware


Test antara NTFS, FAT32 dan FAT.
Saya telah mencoba beberapa perbandingan (terutama proses meng-copy data) dengan tipe yang berbeda-beda, dan hasilnya sebagai berikut :
  • Copy 11 file (ukuran masing-masing sekitar 170 MB) total sekitar 1.8 GB
    NTFS 04:44 ( 4 menit 46 detik )
    FAT32 05:09 ( 5 menit 9 detik)
    FAT 04:46 ( 4 menit 46 detik)
  • Copy 1.297 files (ukuran antara 1 KB sampai 23 KB) dengan total 8,23 MB
    NTFS 29 detik
    FAT32 56 detik
    FAT 58 detik
  • Kapasitas setelah di Format
    NTFS 2.038.044.672 bytes Used space 12.937.216 bytes (12.3 MB)
    FAT32 2.046.959.616 bytes Used space 4.096 bytes (4.00 KB)
    FAT 2.050.686.976 bytes Used Space 0 bytes
Terlihat proses copy data dengan NTFS, relatif lebih cepat, tetapi ukuran setelah di format sedikit lebih kecil karena memang diperlukan space tambahan yang lebih besar untuk informasi file/folder (metadata). Jika flashdisk sering digunakan untuk proses baca tulis dan tidak begitu memerlukan fitur-fitur NTFS, seperti keamanan data, maka memilih tipe FAT32 mungkin akan lebih baik.

Proteksi USB Flashdisk dari virus dengan file dummy

|

Seperti telah diketahui, flashdisk merupakan media pasif, sehingga apapun program yang di install di dalamnya tidak akan bisa berjalan (aktif) sendiri tanpa adanya sistem operasi. Meski sudah di install antivirus, tidak akan efektif melindungi dirinya sendiri jika di gunakan di komputer yang sudah terinfeksi virus.
Salah satu cara melindungi flashdisk dari virus adalah dengan membuat file dummy di dalamnya. Apa itu file dummy dan bagaimana membuatnya ?


File dummy yang dimaksud disini adalah file buatan atau “file boneka” yang isinya bisa apa saja atau bahkan kosong. Yang penting ukurannya sesuai dengan ukuran memory/space yang tersisa di flashdisk. Dengan begitu, flashdisk akan penuh berisi data dan tidak ada space kosong didalamnya.
Dengan penuh-nya flashdisk (tidak ada free space), maka otomatis tidak akan bisa ditambah atau ditulisi data, termasuk modifikasi file-pun tidak bisa (seakan-akan ada fitur write-protected). Sehingga cara ini bisa menjadi alternatif untuk mencegah (mengurangi kemungkinan) virus menginfeksi/menduplikasi diri ke flashdisk. Kemudian jika kita ingin menggunakan untuk menyimpan file, maka kita tinggal menghapus file dummy ini.


Membuat file dummy dengan Command Prompt


Di Windows, kita bisa menggunakan tool yang namanya fsutil. Fsutil ini mempunyai banyak fungsi yang salah satunya untuk membuat file baru dengan ukuran tertentu. Untuk membuat file seukuran dengan free space yang tersedia, maka ikuti langkah berikut :






  1. Sebelumnya, untuk mengetahui berapa free space yang tersedia, klik kanan drive (flashdisk) dan pilih Properties. Akan terlihat ukuran space yang masih tersedia dalam bytes (Free Space).
  2. Buka Command Prompt (All Programs > Accessories > Command Prompt)
  3. Ketikkan perintah seperti berikut
    fsutil file createnew "D:\file-dummy.dat" 1234567
  4. Setelah itu tekan Enter, maka akan muncul informasi file dummy telah dibuat



Penjelasan: D:\file-dummy.dat merupakan file yang akan dibuat ( jika ada spasi, gunakan tanda petik) dan 123456 merupakan ukuran file yang akan dibuat. Jika berhasil, akan di hasilkan file dengan ukuran yang telah dimasukkan dan proses ini relatif sangat cepat.

Cara lebih mudah ?
Jika ingin cara lebih mudah dan tidak perlu mengetahui berapa free space yang tersedia atau kerepotan menggunakan Command Prompt, gunakan program sederhana dan kecil ini Dummy File Maker (18 KB). Cara penggunaannya cukup mudah, seperti penjelasan berikut :



  1. Jalankan Dummy File Maker dari lokasi dimana akan dibuat file dummy, misalnya di flashdisk
  2. Isi nama file yang diinginkan (File name) atau klik tombol “Random” untuk membuat nama file acak.
  3. Pilih opsi “Using all free space in current drive” untuk membuat ukuran file sesuai dengan space yang tersedia.
  4. Pilih “Place file in sub folder” jika ingin menempatkan file di sub folder sesuai dengan nama file
  5. Klik tombol create
  6. Selesai..
Catatan: Jika ukuran file yang ingin dibuat (free space) sangat besar ( mungkin ratusan MB atau lebih dari 1 GB), ada baiknya dibuat file-file dummy yang kecil. Karena mungkin windows explorer akan telihat hang ketika mengakses file yang cukup besar.
Cara ini tidak menjamin sepenuhnya aman, karena bisa saja virus menghapus file-file di flashdisk dan menginfeksinya. Tetapi dengan cara ini minimal kita bisa mengurangi resiko flashdisk terinfeksi virus atau diisi data oleh program atau orang lain. Jika flashdisk sudah mempunyai fitur write-protected dengan adanya saklar, tombol dsb, maka menggunakan fitur tersebut tentu akan lebih baik.

src(ebsoft)

IE Cacat, Firefox 3,6 Terbaik di Dunia

Sunday, January 24, 2010 |

Penjelajah internet Firefox dan Opera mengalami lonjakan download luar biasa sejak ancaman cacat keamanan menerpa Internet Explorer Microsoft terekspos ke publik. Pengguna IE disarankan memperbaharui IE6 dan IE7 ke IE8. Pemilik Firefox, Mozilla mengklaim mereka telah mengalami 300 ribu unduhan ekstra selama periode empat hari di Jerman. Kantor Informasi dan Keamanan Nasional di Jerman dan Badan yang dengan fungsi sama di Perancis Certa mengumumkan kepada publik akan menggunakan fitur jelajah alternatif sampai Microsoft menyelesaikan perbaikan untuk permasalahan keamanan mereka.

Departemen Broadband, Komunikasi dan Ekonomi Digital Australia juga mengumumkan peringatan pekan lalu, dengan merekomendasikan pengguna untuk mengubah ke Firefox atau Apple Safari.
Tetapi beberapa ahli keamanan internet Australia mengatakan bahwa pernyataan tersebut terlampau berlebihan mengingat perbaikan sederhana yang dapat dilakukan yang mampu membuat Internet Explorer lebih aman.

Tetapi apakah memang pengguna akan benar-benar mengganti alat jelajahnya? Alastair MacGibbon Managing Partner Konsultan Keamanan Internet Surete Group tidak berpikir hal yang sama. MacGibbon adalah pendiri Unit Kejahatan Teknologi Tingkat Tinggi Kepolisian Australia. "Saya tidak berpikir ada sesuatu yang mengganggu dalam alat jelajah IE," ujar MacGibbon.

MacGibbon mengatakan bahkan jika orang mengganti alat jelajahnya tidak akan cukup untuk melindungi diri mereka dari kemungkinan yang lebih jauh. Apa yang seharusnya dipertimbangkan adalah seberapa cepat penyedia layanan jelajah bereaksi terhadap celah keamanan tersebut, mengaturnya dan mencegah agar tidak terjadi lagi di masa depan.

"Dalam kasus Internet Explorer, ada target tertentu untuk serangan, jadi pertanyaannya adalah tipe keamanan seperti apa yang seharusnya dilakukan perusahaan dalam langkah pertama. Menyalahkan alat jelajah IE secara keseluruhan sangat tidak baik," ujar MacGibbon.

Microsoft akan meluncurkan pembaharuan keamanan segera untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi untuk sementara pengguna disarankan untuk menambahkan fungsi dari IE6 dan IE7 ke IE8.

Mozilla Rilis Firefox 3.6

Sementara itu, mozila merilis versi terbaru browser populernya, Firefox 3.6. Dengan percaya diri, Mozilla mengklaim Firefox 3.6 adalah browser terbaik di dunia, seperti terpajang di situsnya.

Dilihat dari tampilan, Firefox 3.6 yang sudah bisa diunduh ini tidak jauh beda dibanding dengan edisi 3.5. Namun dari sisi kemampuan, seperti dilansir V3  beberapa hal baru telah ditambahkan di dalamnya.
Menurut mozilla, Firefox 3.6 ditingkatkan sisi performa maupun stabilitasnya serta dilengkapi beberapa fitur baru bagi user maupun developer. Software penjelajah internet ini tersedia baik untuk Windows, MacOS X maupun Linux.

Startup, waktu respons dan performa JavaScript yang lebih baik, membuat Mozilla memperkirakan Firefox 3.6 lebih cepat 20 persen ketimbang versi 3.5.Fitur baru yang disematkan antar lain tool tema baru, yang memungkinkan user mengedit dan me-load tema visual tanpa perlu restart browser. Selain itu, Firefox 3.6 juga bisa mendeteksi otomatis jika ada plug-ins yang perlu diupdate.

Tips aman menggunakan Kartu ATM untuk menghindari penipuan metode Skimming

Wednesday, January 20, 2010 |


Apa itu Penipuan ATM Modus Skimming ?

Skimming merupakan modus baru penipuan ATM dengan mengkombinasikan data antara capturing dengan kamera dan Data Kartu ATM yang sudah terekam pada alat lain ( karena kita salah memasukkan ke mesin/mesin tipuan ).
Bagaimana Pelaku mengambil/membobol uang kita?
Dari data waktu capturing pada saat orang mengetikkan PIN ATM akan dicocokkan dengan data ATM pada saat mereka memasukkan ke mesin tipuan,selanjutnya pelaku membuat duplikasi ATM dengan data dan PIN yang sudah diketahui.
  • Perhatikan dan kenali dahulu mesin ATM yang ingin anda gunakan.
  • Lebih baik memilih lokasi ATM yang biasa anda kunjungi setiap saat.
  • Perhatikan pada mesin ATM tersebut, apakah ada bekas rusak atau ada penutup selotip atau lem yang mencurigakan,atau mungkin ada Kamera tersembunyi yang tertuju pada tombol PIN.
  • Anda dapat melaporkan ke pihak Bank jika ada yang mencurigakan pada Mesin.
  • Pastikan anda memasukkan kartu pada tempat yang benar.
  • Untuk lebih amannya mencari lokasi ATM yang ramai orang.
  • Jika anda melakukan pembayaran melalui ATM ( Mall,restoran,dll),usahakan anda mengetahui apa yang dilakukan ( menggesek ) Kartu anda.
  • Pada waktu menggesek untuk pembayaran, pastikan menggunakan alat gesek yang asli dan bukan diambilkan dari bawah atau yang sifatnya mencurigakan.
  • Menghindari dan waspada terhadap orang yang menawarkan bantuan kepada anda untuk membantu menggunakan ATM.
  • Segera Hubungi Bank jika kartu anda terkunci ( Tertelan Mesin ATM ).

Next Level ato Game Over ???

|


Berhentilah mengejar kesempurnaan cinta, karena itu ga akan pernah ada.

Ga juga dengan mati-matian mengubah dirimu jadi seseorang seperti yang dia pinta. Ga perlu pura-pura jadi orang lain, dan emang ga bakalan pernah bisa.


Mencintai dia, hari demi hari, berarti mencintai dirimu sendiri;
menerima kekonyolan, “kekurangan”, serpih-serpih terdalam di dirimu, yang selama ini tersembunyi di balik topeng-topeng kecantikan atau kepribadian.


Ga siapapun, ga juga kamu, yang bisa tau segalanya tentang dirimu sendiri.
Dan emang itu ga perlu!


Yang penting, dalam setiap momen yang ada, kamu mengekspresikan, memproyeksikan apa yang kamu rasakan. Biar semua keluar, seperti debu yang memutar ke langit, diangkat angin puting beliung.


Marah, kecewa, menangis, berteriak, “Udah, kita putus. Capek gue!”, atau apapun, ga ada yang haram dilakukan. Itu ga masalah.


Yang penting adalah, bagaimana kamu dan dia bisa kembali merasakan cinta mengobati semua luka, reunite, re-connected, dan setiap itu terjadi, kalian mestinya telah naik satu level, seperti main PS, bukannya malah memulainya dari awal lagi. Itu sih namanya game over!


Tak perlu bersumpah bahwa kamu ga akan pernah marah lagi sama dia. Itu cuma akan menambah koleksi sumpah yang kamu langgar.


Pergulatan hidup bakal sering berakhir dengan air mata. Masa depan yang tak pernah pasti, bakal menyebabkan stress, membuatmu terjebak dalam malam-malam panjang tanpa bisa memejamkan mata.


Tapi usai pertengkaran itu, dinginnya kesendirianan perlahan akan mengingatkanmu, betapa dia sungguh berharga, betapa dia sudah menjadi bagian terdalam dari dirimu, yang harus kau terima, seperti kamu menerima ketidaksempurnaanmu sendiri.

Jadi pilih mana, next level atau game over….???

Cara Instalasi Windows dari USB Flash Disk

Tuesday, January 19, 2010 |



Ide artikel ini bermula saat ingin memasang Windows pada nettop Telebit Nucleom AG-100. Berhubung nettop tersebut tidak memiliki CD-ROM, kita harus menggunakan CD-ROM eksternal. Baru kemudian terpikir, bagaimana jika proses instalasi menggunakan flashdisk? Solusi ini jelas lebih praktis dan murah, karena kita tidak harus membeli CD-ROM eksternal dan tinggal memanfaatkan USB flash disk yang harganya kian terjangkau itu.
Namun untuk melakukannya, kita tidak bisa cuma menaruh file dari CD installer Windows ke flash disk. Kita harus membuat flashdisk tersebut dikenali sebagai bootdisk terlebih dulu. Satu hal yang juga krusial adalah BIOS di notebook/netbook/PC yang akan kita install harus mendukung booting melalui flash disk. Sebenarnya nyaris semua produk baru sudah mendukung hal tersebut, namun kami sarankan Anda cek BIOS PC Anda terlebih dulu.
Jika memang bisa, berikut adalah daftar kelengkapan yang Anda butuhkan.
1. Sebuah PC dengan CD-ROM (untuk melakukan proses persiapan dan transfer file)
2. CD installer Windows XP atau Vista
3. Aplikasi pendukung berupa :
a. USB_PREP8
b. PeToUSB


c. Bootsect.exe
4. Flash disk dengan kapasitas minimal 1GB


Beginilah cara memasukkan installer Windows ke dalam flash disk.
  1. Copy file PeToUSB.exe ke dalam folder USB_prep8.
  2. Jalankan file usb_prep8.cmd dengan cara klik dua kali. File tersebut berada di dalam folder   USB_Prep8. Catatan: Jika PC Anda menggunakan Windows XP2, Anda perlu unblock file tersebut agar bisa berjalan. Caranya, klik kanan>Properties>Unblock
  3. Tidak di Unblock juga tidak apa-apa.
  4. Tekan Enter
  5. Biarkan semua setting dalam kondisi default (kecuali jika Anda ingin mengganti label drive) dan tekan Start. Ini akan menformat flash disk Anda, jadi pastikan tidak ada file penting di flash disk tersebut.
  6. Setelah proses selesai, JANGAN tutup jendela PeToUSB. Biarkan terbuka.
  7. Buka command prompt (caranye klik Start>Run>cmd). Pada panel command prompt, masuk ke folder di mana file bootsect.exe tersimpan. Caranya, ketik “cd namafolder”. Sebagai contoh, karena file bootsect.exe berada di dalam folder bootsect yang berada di desktop, kami mengetik “cd desktop” lalu “cd bootsect” (keduanya tanpa tanda petik).
  8. Jika bootsect.exe sudah ketemu, ketik “bootsect.exe /nt52 X:” (tanpa tanda petik). Catatan: X: menunjukkan drive untuk flash disk Anda, jadi cari tahu dulu nama drive-nya. Pada kasus kami, nama drive adalah L sehingga perintahnya menjadi “bootsect.exe /nt52 L:”
  9. Jika langkah 9 dilakukan dengan benar, akan muncul pesan “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes”. Tutup jendela command tersebut dan jendela PeToUSB. catatan: jangan menutup jendela USB_Prep8. Jendela USB_Prep8 harus tetap terbuka.
  10. Ketika Anda menutup jendela PeToUSB, di jendela USB_Prep8 secara otomatis akan muncul pilihan menu seperti gambar di bawah. Jika tidak, coba tekan Enter.
  11. Pada tahap ini Anda sebenarnya cuma melakukan setting untuk Prep8, cuma caranya adalah memilih berdasarkan nomor menu. Yang harus Anda ganti adalah:   

  • a. Menu 1: memilih drive tempat Windows XP (atau CD-ROM Anda). Caranya klik 1, nanti akan keluar Explorer untuk memilih drive. Pilih nama drive (di PC kami adalah C).
  • b. Menu 2: memilih Virtual TempDrive, atau drive virtual di harddisk PC Anda sebagai tempat menyimpan data sementara (sebelum dipindahkan ke flash disk). Pilih drive yang tidak ada di PC Anda, misalkan drive T.
  • c. Menu 3: untuk memilih drive flash disk Anda. Tekan 3 dan pilih drive flash disk yang ingin Anda masukkan Windows.
  • d. Menu 4: menu ini untuk menjalankan proses selanjutnya. Jika sudah menjalankan menu 1 sampai 3, Anda langsung jalankan menu 4 ini.

  1. Nanti akan muncul pop-up window yang akan langsung menghapus drive sementara (yang kita lakukan di menu 2). Tekan Yes.
  2. Setelah itu, proses transfer file installer Windows berjalan. Ada dua proses terjadi di sini. Pertama proses transfer file dari CD-ROM ke harddisk, dan kedua dari harddisk ke flash disk. Lamanya proses tergantung kecepatan CD-ROM maupun flash disknya, dan dalam kasus kami sekitar 30 menit.
  3. Setelah itu, kita tinggal tancapkan flash disk tersebut ke PC yang akan kita install, dan atur prioritas booting ke flash disk. Ketika dinyalakan, ada dua pilihan yang tersedia. Pilih pilihan nomor 1(TXT Mode Setup Windows XP).
Setelah itu, proses instalasi berjalan seperti biasa, termasuk melakukan proses booting ulang. Tidak ada yang perlu Anda lakukan di sini, cukup tunggu sampai proses instalasi selesai. Yang perlu diperhatikan adalah flash disk tidak boleh dicabut sampai proses selesai (sudah masuk Windows).
Nah, sekarang proses instalasi Windows bisa dilakukan meski Anda tidak memiliki CD-ROM. Praktis kan?